FARMAKOKINETIK
Mempelajari proses mulai dari pemberian obat sampai obat mencapai tempat kerjanya.
Merupakan Perlakuan tubuh terhadap obat atau kejadian yang dialami obat dalam tubuh.
Adalah studi tentang kecepatan dan pergerakan obat di seluruh tubuh.
Search This Blog
March 29, 2012
March 3, 2012
Pengenalan tentang Obat
oleh : Sigit Minarso.
Berbagai terminologi yagn perlu kita kenal adalah :
Farmasi
adalah ilmu yang mempelajari cara membuat, memformulasikan, menyimpan, dan menyediakan obat.
Obat
Dalam arti luas, ialah setiap zat kimia yang dapat mempengaruhi proses hidup
Ialah ilmu yang mempelajari efek obat-obatan pada makhluk hidup.
Suatu zat yang dimaksudkan untuk dipakai dalam diagnosis, mengurangi rasa sakit, mengobati ata mencegah penyakit pada manusia atau hewan.
Labels:
Farmakologi
Respon Sel terhadap Stress dan Stimuli Berbahaya
Sifat-sifat sel sbb :
- Sel berpartisipasi dalam lingkungan mereka
- Secara konstan mengatur struktur dan fungsi mereka untuk mengakomodasi perubahan-perubahan dan stress ekstraseluler.
- Cenderung mempertahankan internal mileu dalam rentang yang cukup sempit dari parameter-parameter fisiologis.--> mereka mempertahankan homeostasis normal.
- Saat menghadapi stress fisiologis atau stimuli patologis mereka melakukan adaptasi, menerima keadaan tetap dan memelihara fungsi dan kelangsungan hidup.
- Prinsip-prinsip respon adaptasi meliputi : 1) hipertropi 2) hyperplasia 3) atropi, 4) metaplasia
- Bila kapabilitas adaptif terlewati atau stress eksternal berbahaya, sel berkembang menjadi terluka (injuri).
- Pada batas tertentu, injuri adalah reversible, dan sel kembali kepada kondisi awal
- Stress yang terus menerus dapat menyebabkan injuri yang irreversible dan mengakibatkan kematian sel.
Labels:
Patofisiologi
February 24, 2012
Pengenalan Patologi
Patologi
Berasal dari kata "Logos" yang berarti Ilmu dan "pathos" yang berarti menderita.
Lebih spesifik patologi adalah uatu disiplin yang menjembatani praktek klinik dan ilmu pengetahuan dasar dan itu melibatkan investigasi penyebab (etiologi) penyakit sebagai mekanisme yang mendasari (pathogenesis) yang menyebabkan dalam hadirnya tanda dan gejala pada pasien.
Lebih spesifik patologi adalah uatu disiplin yang menjembatani praktek klinik dan ilmu pengetahuan dasar dan itu melibatkan investigasi penyebab (etiologi) penyakit sebagai mekanisme yang mendasari (pathogenesis) yang menyebabkan dalam hadirnya tanda dan gejala pada pasien.
Labels:
Patofisiologi
December 9, 2011
Membuat Tujuan Keperawatan yang SMART
Hari ini, saya postingkan bagaimana kita membuat tujuan keperawatan yang SMART.
Ada yang tahu, apa itu SMART. Suatu konsep yang sudah mendunia dimana merupakan singkatan dari :
S = Spesific
M = Measurable
A = Attainable
R = Realistic
T = Timely
Nah bagaimana kita menerapkannya?
Tujuan keperawatan biasanya ditulis dengan Tujuan dan ditambah Kriteria Hasil.
Tujuan dimulai dengan "Pasien" atau "Bagian dari Pasien" sebagai subyek diikuti dengan predikatnya apa.
Misal : Pasien Pasien akan terpenuhi kebutuhan mobilitas tubuhnya.
Bagian dari pasien Status nutrisi pasien adequat.
Kemudian kita menetapkan kriteria hasil dengan prinsip-prinsip SMART sbb :
S = Spesific --> artinya tiap kriteria berisi tujuan yang spesifik (jangan mendua / samar / ambiguous)
Contoh tidak spesific = pasien dapat melakukan mobilisasi diri secara mandiri.
Contoh spesific = pasien dapat berjalan ke kamar mandi tanpa bantuan
M = Measurable ---> dapat terukur ---> artinya diangkakan misal "ada" artinya =1, "tidak ada" artinya = 0. jadi jika pasien telah melakukan berjalan ke kamar mandi tanpa bantuan maka artinya teukur dengan angka 1.
A = Attainable ---. artinya kita tahu "cara mencapainya". Bagaimana supaya pasien dapat berjalan mandiri tanpa bantuan? kita tahu cara mencapainya dengan dilatih berjalan.
R = Realistic ---> rasional / masuk akal. Jangan membuat kriteria yang tidak masuk akal. Misal pasien baru saja operasi ORIF sudah kita buat tujuan dapat berjalan sendiri tanpa bantuan....ya itu tidak masuk akal kecuali kita tetapkan waktunya ---> Timely.
Timely = ada waktu yang ditetapkan.
Misal pasien setelah dioperasi fraktur cruris dengan ORIF : kita membuat tujuan sbb :
Tujuan : Pasien terpenuhi kebutuhan mobilitas tubuhnya.
Kriteria Hasil : 1. Dalam waktu 3 hari pasien dapat duduk tanpa bantuan di samping tempat tidur.
2. Dalam waktu 5 hari pasien dapat berjalan sendiri dengan kruk tanpa bantuan.
Nah, dengan tujuan yang bertahap tersebut, kita dapat membuat program bagaimana tahap-tahap rencana untuk mencapai tujuan tersebut.
MASALAH KOLABORATIF.
Tujuan di atas dipakai untuk Masalah Keperawatan. Bagaimana untuk Masalah Kolaboratif?
Perawat tidak dapat membuat tujuan sendiri untuk Masalah Kolaboratif karena harus konsultasi dengan tim kesehatan lain.
Oleh sebab itu, Carpenito mengusulkan tujuan untuk Masalah Kolaboratif diawali dengan "Perawat", bukan "Pasien".
Misal : Masalah Kolaboratif : Potensial Komplikasi Perdarahan.
Tujuan : Perawat akan memantau awitan gejala perdarahan (bila belum terjadi) dengan ketentuan dokter dan ketentuan perawat.
Bila perdarahan sudah terjadi : Perawat akan mengelola episoda perdarahan dengan ketentuan dokter dan ketentuan perawat.
Bagaimana kriteria hasilnya? Cek lagi dengan SMART.
Selamat Mencoba. GBU.
Ada yang tahu, apa itu SMART. Suatu konsep yang sudah mendunia dimana merupakan singkatan dari :
S = Spesific
M = Measurable
A = Attainable
R = Realistic
T = Timely
Nah bagaimana kita menerapkannya?
Tujuan keperawatan biasanya ditulis dengan Tujuan dan ditambah Kriteria Hasil.
Tujuan dimulai dengan "Pasien" atau "Bagian dari Pasien" sebagai subyek diikuti dengan predikatnya apa.
Misal : Pasien Pasien akan terpenuhi kebutuhan mobilitas tubuhnya.
Bagian dari pasien Status nutrisi pasien adequat.
Kemudian kita menetapkan kriteria hasil dengan prinsip-prinsip SMART sbb :
S = Spesific --> artinya tiap kriteria berisi tujuan yang spesifik (jangan mendua / samar / ambiguous)
Contoh tidak spesific = pasien dapat melakukan mobilisasi diri secara mandiri.
Contoh spesific = pasien dapat berjalan ke kamar mandi tanpa bantuan
M = Measurable ---> dapat terukur ---> artinya diangkakan misal "ada" artinya =1, "tidak ada" artinya = 0. jadi jika pasien telah melakukan berjalan ke kamar mandi tanpa bantuan maka artinya teukur dengan angka 1.
A = Attainable ---. artinya kita tahu "cara mencapainya". Bagaimana supaya pasien dapat berjalan mandiri tanpa bantuan? kita tahu cara mencapainya dengan dilatih berjalan.
R = Realistic ---> rasional / masuk akal. Jangan membuat kriteria yang tidak masuk akal. Misal pasien baru saja operasi ORIF sudah kita buat tujuan dapat berjalan sendiri tanpa bantuan....ya itu tidak masuk akal kecuali kita tetapkan waktunya ---> Timely.
Timely = ada waktu yang ditetapkan.
Misal pasien setelah dioperasi fraktur cruris dengan ORIF : kita membuat tujuan sbb :
Tujuan : Pasien terpenuhi kebutuhan mobilitas tubuhnya.
Kriteria Hasil : 1. Dalam waktu 3 hari pasien dapat duduk tanpa bantuan di samping tempat tidur.
2. Dalam waktu 5 hari pasien dapat berjalan sendiri dengan kruk tanpa bantuan.
Nah, dengan tujuan yang bertahap tersebut, kita dapat membuat program bagaimana tahap-tahap rencana untuk mencapai tujuan tersebut.
MASALAH KOLABORATIF.
Tujuan di atas dipakai untuk Masalah Keperawatan. Bagaimana untuk Masalah Kolaboratif?
Perawat tidak dapat membuat tujuan sendiri untuk Masalah Kolaboratif karena harus konsultasi dengan tim kesehatan lain.
Oleh sebab itu, Carpenito mengusulkan tujuan untuk Masalah Kolaboratif diawali dengan "Perawat", bukan "Pasien".
Misal : Masalah Kolaboratif : Potensial Komplikasi Perdarahan.
Tujuan : Perawat akan memantau awitan gejala perdarahan (bila belum terjadi) dengan ketentuan dokter dan ketentuan perawat.
Bila perdarahan sudah terjadi : Perawat akan mengelola episoda perdarahan dengan ketentuan dokter dan ketentuan perawat.
Bagaimana kriteria hasilnya? Cek lagi dengan SMART.
Selamat Mencoba. GBU.
Labels:
Dokumentasi Keperawatan
Subscribe to:
Posts (Atom)